BEKASI HYPE – Kreativitas anak muda Indonesia kembali mencuri perhatian. Fajar Novario, desainer grafis berusia 27 tahun asal Kota Padang, Sumatera Barat, sukses menjadi perancang utama logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia bersama tim kreatifnya, Auman Design Bureau.
Siapa sangka, perjalanan menuju pencapaian tersebut berawal dari sebuah notifikasi di grup percakapan internal studio desain mereka. Informasi mengenai sayembara logo HUT ke-81 RI yang dibagikan melalui akun Instagram Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) membuat Fajar dan sepuluh rekannya tertarik ikut berkompetisi.
Awalnya mereka hanya ingin menguji kemampuan. Namun, karya yang dibuat justru berhasil mengalahkan sekitar 120 peserta dari berbagai daerah dan terpilih sebagai identitas visual resmi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kesuksesan itu tidak diraih secara instan. Setelah lolos seleksi administrasi, kurasi portofolio, dan wawancara, Auman Design Bureau masuk lima besar finalis yang mengikuti program inkubasi selama hampir satu bulan. Di fase ini, konsep pertama mereka mendapat kritik karena dinilai terlalu rumit dan dipenuhi banyak simbol.
Alih-alih berkecil hati, Fajar bersama tim memilih mengulang proses kreatif dari awal. Mereka menyederhanakan desain dengan tetap mempertahankan pesan utama tentang persatuan Indonesia.
Hasilnya adalah logo berbentuk perpaduan angka 8 dan 1 yang selaras dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Filosofi desain terinspirasi dari gagasan Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai semangat hidup bersama, kesamaan nasib, dan kecintaan terhadap tanah air.
Dalam voting publik yang berlangsung pada 24–28 Juni 2026, karya Auman Design Bureau meraih 30.699 suara dari total 68.569 suara atau sekitar 44,77 persen. Kemenangan tersebut mengantarkan tim menerima hadiah Rp100 juta serta apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Fajar menjelaskan, garis yang saling berpotongan pada angka 8 melambangkan kolaborasi dan gotong royong, sementara bentuk angka 1 dirancang agar logo mudah dikenali sekaligus dapat dimaknai beragam oleh masyarakat dari berbagai budaya di Indonesia.
Bagi Fajar, kemenangan ini menjadi bukti bahwa talenta kreatif dari daerah mampu bersaing dengan studio besar di tingkat nasional. Ia berharap semakin banyak anak muda berani menunjukkan karya terbaiknya dan pemerintah daerah memberi ruang lebih luas bagi desainer lokal untuk berkembang.
