Berita Infrastruktur

Listrik Padam di Sejumlah Wilayah Bekasi, PLN Ungkap Penyebab dan Daftar Area Terdampak

KOTA BEKASI – Sejumlah wilayah di Kota Bekasi mengalami pemadaman listrik bergilir pada Jumat (19/6). Kondisi ini terjadi akibat gangguan teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan kapasitas pasokan listrik ke sistem mengalami penurunan.

PT PLN (Persero) menerapkan manajemen beban secara terbatas sebagai langkah menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan selama proses penanganan gangguan berlangsung.

Humas Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bekasi, Rahmat Hidayat, mengatakan pemadaman dilakukan secara bergantian untuk menjaga keseimbangan pasokan listrik di tengah berkurangnya daya yang tersedia.

“Pemadaman tersebut terjadi akibat kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik,” kata Rahmat dalam keterangan resminya, Jumat.

Menurut dia, penyesuaian beban merupakan langkah yang harus dilakukan agar sistem kelistrikan tetap andal selama proses perbaikan berlangsung.

Berdasarkan data PLN, pemadaman terjadi di sejumlah area layanan. Di wilayah ULP Bekasi Kota, pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB pada jalur Penyulang Holy. Kawasan yang terdampak meliputi Perumnas 3, Jalan Pulau Bangka, Jalan Kalimantan, Jalan Singkep, Jalan Bintan, Jalan Pulau Sulawesi, Jalan Sumatera, Jalan Pulau Jawa, Jalan Pulau Panaitan, Kampung Rawa Aren, Jalan Aren Jaya 1, Jalan Aren Jaya 2, Jalan Aren Jaya 3, dan sekitarnya.

Sementara itu, wilayah ULP Mustikajaya mulai mengalami pemadaman sekitar pukul 09.31 WIB. Area yang terdampak mencakup Mutiara Gading Timur, Graha Harapan, Jalan Bayan, Ciketing Rawamulya, dan kawasan sekitar.

Adapun di wilayah ULP Bantargebang, pemadaman berlangsung mulai pukul 09.00 WIB yang meliputi Jalan Raya Narogong, Jalan Cipendawa Baru, RSUD Bantar Gebang, Perumahan Cluster Natura, serta sejumlah wilayah lainnya.

PLN memastikan proses pemulihan terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Namun, waktu normalisasi pasokan listrik dapat berubah sesuai kondisi teknis yang ditemukan selama penanganan gangguan.

“Estimasi waktu pemulihan dapat berubah menyesuaikan kondisi teknis di lapangan,” ujar Rahmat.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Nurmalitasari, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat manajemen beban listrik secara terbatas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa PLN terus berupaya mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal. Pelanggan yang membutuhkan informasi terkini terkait kondisi jaringan maupun pemulihan listrik dapat menghubungi Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile.

Selain itu, PLN mengingatkan bahwa pelanggan dapat memperoleh kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku apabila terjadi gangguan pelayanan yang memenuhi syarat berdasarkan regulasi sektor ketenagalistrikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *