BEKASIHYPE– Java Jazz Festival 2026 resmi berakhir setelah tiga hari penuh menghadirkan pertunjukan musik dari puluhan musisi nasional dan internasional. Digelar pada 29 hingga 31 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, festival tahun ini menghadirkan sejumlah momen yang menjadi perbincangan para penonton.
Perpindahan lokasi dari JIExpo Kemayoran ke kawasan PIK 2 sempat memunculkan tanda tanya di kalangan pengunjung. Namun sepanjang penyelenggaraan, antusiasme publik tetap tinggi. Ribuan penikmat musik memadati area festival untuk menikmati berbagai pertunjukan yang tersebar di sejumlah panggung.
Hari pertama langsung dibuka dengan penampilan memukau Jon Batiste. Musisi peraih Grammy Awards tersebut sukses menciptakan atmosfer meriah lewat perpaduan jazz, soul, funk dan improvisasi khasnya. Tak kalah menarik, grup acid jazz legendaris asal Inggris, Incognito, juga berhasil menghidupkan suasana malam pembuka dengan deretan lagu yang mengundang penonton ikut bernyanyi.
Memasuki hari kedua, perhatian publik banyak tertuju pada wave to earth. Grup indie asal Korea Selatan itu menjadi salah satu penampil yang paling dinanti generasi muda. Sejak beberapa jam sebelum tampil, area panggung sudah dipenuhi penggemar yang ingin menyaksikan langsung aksi Daniel Kim, Shin Donggyu, dan Cha Soonjong. Sementara pada malam hari, penyanyi R&B asal Inggris Ella Mai menghadirkan penampilan yang membuat suasana festival semakin semarak.
Namun salah satu momen paling menarik justru hadir pada hari terakhir. Band legendaris Slank mencuri perhatian lewat konsep khusus bertajuk “Slank Nge-Jazz”. Tampil kembali di Java Jazz setelah 17 tahun, Kaka dan kawan-kawan membawakan sejumlah lagu populer mereka dalam balutan aransemen jazz yang berbeda dari biasanya. Penampilan tersebut semakin istimewa berkat kolaborasi bersama penyanyi jazz senior Margie Segers yang mendapat sambutan hangat dari penonton.
Selain Slank, hari penutupan juga dimeriahkan oleh Daniel Caesar yang menjadi salah satu magnet utama festival tahun ini. Penyanyi asal Kanada tersebut sukses membuat ribuan penggemarnya bertahan hingga malam terakhir. Lagu-lagu andalannya yang dibawakan secara langsung disambut koor panjang dari penonton yang memenuhi area panggung.
Tak hanya menghadirkan nama-nama besar dunia, Java Jazz Festival 2026 juga kembali menjadi ruang pertemuan berbagai genre musik. Jazz, soul, R&B, pop, funk hingga rock hadir dalam satu festival yang mampu menjangkau penonton lintas usia dan generasi.
Dengan berakhirnya gelaran tahun ini, Java Jazz kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar festival musik jazz, melainkan perayaan musik yang terus berkembang mengikuti selera zaman tanpa kehilangan identitas yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.
