JOMBANG – Petani Desa Sugihwaras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat dukungan pasokan benih padi unggul serta pengembangan akses pasar melalui kemitraan yang melibatkan IPB University. Kerja sama ini juga mencakup pendampingan budi daya, penguatan koperasi, dan kesiapan fasilitas pengolahan hasil panen.
IPB University melalui Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) memastikan pasokan benih varietas IPB 13S dan IPB 15S bagi petani setempat. Kemitraan tersebut dijalin bersama Pondok Pesantren Fathul Ulum, Koperasi Produsen Industri Kreatif Modern, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sugihwaras, serta PT Botani Seed.
Melalui kerja sama itu, petani akan memperoleh pendampingan teknis secara berkala. Dukungan tersebut berjalan bersama penguatan kelembagaan agar koperasi dapat menjalankan perannya dalam membantu kebutuhan usaha anggota.
Sekretaris CIBEST IPB University, Rahmat Yanuar, menjelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi penting dalam menghubungkan petani dengan mitra bisnis. Hal tersebut disampaikannya dalam Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan pada 10 Oktober 2026.
Menurut Rahmat, kelembagaan yang terstruktur dapat membantu menjamin kepastian pasar, mengurangi risiko di lapangan, serta menekan biaya operasional. Koperasi juga dapat memfasilitasi akses permodalan dan negosiasi harga sebelum masa tanam dimulai.
“Koperasi adalah milik bersama para petani, sehingga transparansi dan keterbukaan informasi menjadi fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan anggota secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pengembangan akses pasar akan dilakukan melalui distribusi beras ke jejaring ritel dan pemenuhan kebutuhan gabah untuk Unit Bisnis Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan. Kerja sama koperasi dan gapoktan turut mencakup penyediaan pupuk nonsubsidi serta pupuk cair.
Perwakilan petani, Bahruddin, menyambut baik rencana penanaman varietas IPB 13S dan IPB 15S. Ia menilai ketersediaan benih unggul yang disertai pendampingan teknis dan kepastian pembeli melalui jejaring koperasi memberikan ketenangan dalam menjalankan kegiatan pertanian.
Bahruddin berharap pendampingan terus berlanjut sehingga koperasi dapat berkembang mandiri dan membantu meningkatkan taraf hidup petani Desa Sugihwaras.
Dukungan pascapanen disiapkan melalui Rice Milling Unit (RMU) Desa Sugihwaras yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir Oktober 2026. Fasilitas tersebut dilengkapi vertical dryer berkapasitas 10 ton melalui bantuan Bank Indonesia, jaringan listrik penunjang, dan armada traktor pengolah lahan.
Keterhubungan antara benih, budi daya, koperasi, pemasaran, serta pengolahan hasil panen diharapkan memperkuat usaha pertanian lokal dan mendukung kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
