Berita Bisnis dan Ekonomi Teknologi

AI Makin Pintar, Warga Indonesia Jadi yang Paling Khawatir Soal Masa Depan Pekerjaan

Artificial Intelligence (AI) bukan lagi teknologi masa depan. Saat ini, AI sudah hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari aplikasi ponsel, media sosial, layanan pelanggan, hingga membantu membuat tulisan, desain, dan analisis data.

Kemampuannya yang berkembang sangat cepat membuat banyak orang kagum. Namun di saat yang sama, tidak sedikit yang mulai merasa khawatir.

Sebuah survei global terbaru dari Ipsos menunjukkan bahwa ketakutan terhadap dampak AI pada dunia kerja semakin meningkat. Dalam laporan Predictions Report 2026, sebanyak 67 persen responden percaya bahwa AI akan menyebabkan banyak pekerjaan hilang di masa depan.

Angka tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 64 persen.

Yang menarik, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi di dunia. Sebanyak 76 persen responden Indonesia mengaku khawatir pekerjaan manusia akan tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Persentase yang sama juga ditemukan di Singapura. Sementara itu, Kolombia, Turki, dan Prancis berada di posisi berikutnya dengan tingkat kekhawatiran sebesar 73 persen.

Malaysia, Afrika Selatan, dan Australia mencatat angka 72 persen, sedangkan Peru dan Britania Raya masing-masing berada di angka 70 persen dan 69 persen.

Kekhawatiran tersebut muncul bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, AI berkembang sangat pesat. Teknologi ini kini mampu mengerjakan banyak tugas yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia, mulai dari membuat laporan, menerjemahkan bahasa, menyusun presentasi, hingga menghasilkan gambar dan video.

Meski begitu, banyak ahli menilai AI tidak sepenuhnya akan menggantikan manusia. Sebaliknya, teknologi ini diperkirakan akan mengubah cara kerja dan menciptakan profesi baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Karena itu, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta keterampilan digital menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan yang sedang berlangsung.

Berikut daftar negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi terhadap dampak AI pada pekerjaan:

  • Indonesia (76 persen)
  • Singapura (76 persen)
  • Kolombia (73 persen)
  • Turki (73 persen)
  • Prancis (73 persen)
  • Malaysia (72 persen)
  • Afrika Selatan (72 persen)
  • Australia (72 persen)
  • Peru (70 persen)
  • Britania Raya (69 persen)

Perdebatan mengenai apakah AI akan menjadi ancaman atau justru peluang masih terus berlangsung. Namun satu hal yang pasti, teknologi ini sudah mulai mengubah dunia kerja lebih cepat daripada yang dibayangkan banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: is_dir(): open_basedir restriction in effect. File(/www/wwwroot/bekasihype.com/index.php/2026/06/02/ai-makin-pintar-warga-indonesia-jadi-yang-paling-khawatir-soal-masa-depan-pekerjaan/) is not within the allowed path(s): (/www/wwwroot/bekasihype.com/:/tmp/) in /www/wwwroot/bekasihype.com/wp-content/plugins/wp-piwik/classes/WP_Piwik/AIBotTracking.php on line 182