KOTA BEKASI – Aktivitas ekonomi di Pasar Baru Bekasi mendapat dorongan melalui pelaksanaan Gebrak Pasar yang melibatkan ratusan ASN Pemerintah Kota Bekasi. Dalam satu rangkaian kegiatan, transaksi yang tercatat mencapai Rp129.906.350.
Sebanyak 869 ASN dari 44 OPD dan kecamatan ikut berbelanja langsung di pasar tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari Gerakan Belanja ke Pasar yang digagas untuk meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memperkuat ekonomi pedagang lokal.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut Gebrak Pasar bukan sekadar agenda belanja bersama. Program tersebut menjadi instrumen untuk mengajak masyarakat kembali memanfaatkan pasar rakyat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kita ingin membangun kebiasaan baru, agar belanja kebutuhan sehari-hari juga dilakukan di pasar rakyat,” ujar Tri.
Ia menilai, semakin tinggi aktivitas masyarakat di pasar, semakin besar pula dampak ekonomi yang diterima langsung oleh pedagang dan pelaku UMKM.
Partisipasi terbesar tercatat dari Kecamatan Bantargebang bersama kelurahan dengan 71 ASN dan transaksi Rp8.291.150. Sekretariat Daerah Kota Bekasi menyusul dengan transaksi Rp7.160.500 dari 33 ASN.
Kecamatan Bekasi Timur dan Bekasi Barat masing-masing mencatat transaksi Rp4,5 juta, sedangkan Kecamatan Jatiasih dan kelurahan mencapai Rp4.294.000.
Pemkot Bekasi berencana membawa konsep Gebrak Pasar ke sejumlah pasar lain di berbagai wilayah kota. Pasar Bantargebang menjadi salah satu lokasi yang dijadwalkan mendapat giliran pada bulan berikutnya.
Tri berharap keberlanjutan program mampu menjaga denyut ekonomi pasar rakyat serta memperluas manfaat bagi pedagang.
“Ini bukan hanya soal transaksi hari ini, tetapi bagaimana kita menciptakan pergerakan ekonomi yang terus berjalan,” katanya.
